Kesombongan dan kebanggaan sering menjadikan seseorang tersebut
berlaku sebagai penindas dan tiran. Beberapa orang yang telah membawa
pergi kepentingan diri sendiri meng-klaim mereka atas keilahian.
Fir'aun, pemberi kebijakan Mesir, merupakan salah satu dari mereka yang
menyebutkan:
"Saya adalah Tuhan tertinggi kalian."
Dengan rasa kebesaran dan kebanggaannya, Fir'aun menundukkan orang-orang Israel dan membuat hidup mereka berantakan dan penuh kekacauan.
Tetapi apakah orang-orang ini benar-benar kuat dan besar seperti ego
yang dikatakanya? Al Qur'an menceritakan pada kita realitas alami
manusia.
"Allah-lah yang Menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian
Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian
Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia
Menciptakan apa yang Dia Kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Maha
Kuasa."(QS. Ar-Rum 30:54)
Kelemahan di awal dan kelemahan di akhir. Ini adalah esensi dari
manusia. Manusia sangat lemah dan butuh pertolongan pada saat
dilahirkan, dimana keseluruhan keberadaannya tergantung pada orang tua
dan keluarganya. Jika dia diabaikan dalam tahun-tahun krusial pertama,
dia tidak akan dapat bertahan hidup dengan sendirinya. Dia membutuhkan
tangan yang melindungi dan penuh kasih, bukan hanya saat bayi, tetapi
juga masa kecilnya, dan bahkan saat tahun-tahun remaja.
Di saat anak ini menginjak tahun-tahun remaja dan kemandiriannya, dia
mulai mengambil alih kendali atas hidupnya sendiri. Dia melihat dengan
kebanggaan tersendiri akan kuatnya fisik, keelokan rupanya dan
bakat-bakat lainnya. Dia mulai menghina kemampuan-kemampuan yang lebih
kurang darinya, bahkan mencibir orangtuanya yang mengorbankan kesehatan
diri mereka sendiri demi dia. Dia menjadi tidak adil dan kejam,
menggunakan kekuatannya dan semangatnya untuk mendominasi yang lainnya.
Dia berpikir dia adalah master, bebas beraksi sesukanya, tetapi
apakah remaja ini, keelokan rupa dan kekuatannya akan berlangsung
selamanya? Hanya dalam beberapa dekade dia akan mulai kehilangan
kekuatannya, kesehatannya akan mulai menurun, rambut mulai memutih dan
lambat laun, keremajaannya berubah menjadi tua. Transformasi dari masa
muda ke masa tua ini berjalan lambat, tetapi akan tetap ada. Di tahap
kedua adalah makin jauhnya, kurangnya rahmat, dan mengubah setiap orang
muda menjadi lebih tua. Seorang Diktator Muda satu saat akan menjadi
lemah dan tak berdaya seperti saat dia dilahirkan. Tetapi saat tersebut
tidak akan ada lagi orang tua yang akan mengasuhnya, jika, seperti yang
sering terjadi, dia akan ditolak oleh keluarganya sendiri, masa depannya
akan menjadi seorang yang kesepian di dalam rumah yang ditinggali
beberapa orang.
"Kelemahan di awal, kelemahan di akhir."
Pesan ini sangat jelas: Master sesungguhnya adalah Allah. Hanya Dia-lah yang Maha Esa. Hanya Dia-lah yang Maha Besar.
Allah u Akbar - Allah Maha Besar.
Melalui pesan yang jelas dalam benaknya ini, seseorang menyadari
bahwa dia harus memperlihatkan kerendahan hati-nya kepada Tuhan Yang
Maha Esa, yang menciptakannya. Dan cara apa yang lebih baik untuk
memperlihatkan kerendahan hati seseorang dibanding berdiri seperti
seorang hamba-Nya untuk ruku' dan sujud kepada-Nya, untuk mengangkat
tangannya berdoa memohon kepada-Nya.
Sholat bukanlah suatu hal yang memaksa seseorang, tetapi lebih kepada
tangisan setiap lubuk hati terdalam yang mengenal Penciptanya. Memang
benar tetapi ini suatu bukti kecil atas rasa terima kasih untuk seluruh
karunia terbaik yang tak terhingga yang diberikan kepada umat manusia
oleh Sang Pencipta.
Di setiap hari kehidupan kita, kita tersenyum dan mengucapkan terima
kasih untuk sebuah kebaikan kecil yang orang lain perbuat pada kita,
lalu bagaimana dengan berterima kasih kepada Allah. Yang dengan
Rahmat-Nya yang tak terbatas, menyediakan setiap kebutuhan kita.
Lihatlah keindahan dan kesempurnaan bumi di sekitarnya dan bersungkurlah
untuk berterima kasih pada-Nya
0 komentar:
Posting Komentar