About

Assalamu’alaikum Wr. Wb Dengan nama Allah, Tuhan Pengasih dan Penyayang. Segala puji bagi Tuhan Rahmat dan salam untuk Nabi Muhammad Saw. Rasul pilihan. Syukur alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat-Nya, karena hanya dengan rahmat-Nya jualah saya dapat membangun sebuah blog ini, dengan suatu harapan agar kita semua selalu dapat menjalin silaturrahmi dan hubungan baik serta berbagi informasi.Dengan adanya blog ini, kita dapat saling bertegur sapa lewat dunia maya. Blog ini sebagai wahana untuk knowledge sharing dan melengkapi kebutuhan kita semua untuk mencari informasi di dunia maya (internet). Besar harapan adanya flashback, masukan serta kritik membangun dalam rangka pengembangan dan pengayaan content dalam blog kami. Semoga memberi banyak manfaat. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

17 Okt 2012

Allah di Atas Arsy

Al-Quran Al-Karim, hadits – hadits yang shahih, akal dan fitrah yang selamat telah menguatkan perkara ini. Salah satu contohnya adalah firman Allah,  "“Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy” (Thaha: 5).  Makna istiwa adalah tinggi sebagaimana di dalam riwayat Al-Bukhari dari tabi’in. Simak beberapa dalil lainnya.
Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
Al-Quran Al-Karim, hadits – hadits yang shahih, akal dan fitrah yang selamat telah menguatkan perkara ini.
1. Allah ta’ala berfirman:  “Ar-Rahman beristiwa di atas ‘Arsy” (Thaha: 5)
Makna istiwa adalah tinggi sebagaimana di dalam riwayat Al-Bukhari dari tabi’in.
2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada seorang budak wanita, “Dimana Allah?”. Budak tersebut menjawab, “Allah di langit”. Beliau bertanya pula, “Siapa aku?” budak itu menjawab, “Engkau Rasulullah”. Rasulllah kemudian bersabda, “Bebaskan dia, karena sesungguhnya dia adalah wanita mu’minah”.
Makna di langit adalah di atas langit.
3. Seorang yang shalat berkata di dalam sujudnya,
سُبْحَانَ رَبِيَّ اْلأَعْلَى
“Maha Suci Rabbku yang Maha Tinggi”
Dan mengangkat tangannya ke arah langit ketika berdoa.
4. Anak-anak ketika mereka ditanya, “Dimana Allah?” maka mereka akan menjawab dengan fitrahnya yang masih selamat, “Dia di atas langit”.
5. Allah berfirman,
“Dan Dialah Allah yang di langit” (Al-An’am: 3).
Ibnu Katsir berkata di dalam tafsir ayat ini, “Para ahli tafsir bersepakat bahwa tidaklah kita mengatakan sebagaimana apa yang dikatakan oleh Jahmiyah (sebuah aliran sesat –pent.) bahwa Allah di setiap tempat. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan!!”
Dan makna di langit adalah di atas langit. Akan tetapi Allah bersama kita. Maksudnya Allah mendengar dan melihat kita, dan dia berada di atas ‘Arsy-Nya.
(Diterjemahkan dari Kaifa Nurabbi Auladana, sumber: http://ulamasunnah.wordpress.com)

0 komentar:

Posting Komentar