About

Assalamu’alaikum Wr. Wb Dengan nama Allah, Tuhan Pengasih dan Penyayang. Segala puji bagi Tuhan Rahmat dan salam untuk Nabi Muhammad Saw. Rasul pilihan. Syukur alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat-Nya, karena hanya dengan rahmat-Nya jualah saya dapat membangun sebuah blog ini, dengan suatu harapan agar kita semua selalu dapat menjalin silaturrahmi dan hubungan baik serta berbagi informasi.Dengan adanya blog ini, kita dapat saling bertegur sapa lewat dunia maya. Blog ini sebagai wahana untuk knowledge sharing dan melengkapi kebutuhan kita semua untuk mencari informasi di dunia maya (internet). Besar harapan adanya flashback, masukan serta kritik membangun dalam rangka pengembangan dan pengayaan content dalam blog kami. Semoga memberi banyak manfaat. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

17 Okt 2012

Apa Yang Baik adalah Sholat

Di dalam salah satu Surat Edaranya Sayyidina Umar ibn Khattab (RadiAllahu Anhu) mengirimkan instruksi kepada seluruh administratornya dan berkata,
“Menurut pendapatku, Sholat (Dijelaskan sebagai penyembahan atau do’a dalam Islam. Kata prayer (dalam bahasa Inggris) yang berarti doa itu sendiri, bagaimana pun, juga digunakan untuk permohonan atau doa dan karenanya dihindarkan di dalam artikel ini) merupakan hal yang sangat penting akan kewajibanmu. Siapa pun yang menjaga dengan baik dan mengamankannya berarti mengamankan agamanya dan siapa pun yang melalaikannya akan melalaikan hal lain bahkan lebih banyak. Dia kemudian menambahkan instruksi-intruksi tentang waktu Sholat lima waktu dan pelajaran melawan rasa kantuk sebelum Isha.
(Muwatta Imam Malik, Hadist No. 5)

Surat dari pembuat kebijakan luas Maharaja kepada pemerintahan resminya ini – dapatkah kita sebut sebagai Perintah Eksekutif -- memberikan kita untuk lebih banyak bercermin atas sesuatu. Untuk sholat yang merupakan hampir keseluruhan perintah dalam Shariah. Kenyatannya hal ini juga kelalaian atas kewajiban di kehidupan kita saat ini.

Bahkan seorang anak sekolah muslim mengetahui bahwa Sholat adalah tiang agama. Apa yang Sayyidina Umar (radiAllahu anhu) mengekspresikan bahwa itu adalah benar pada segala tingkatan dan di segala keadaan, dari privat sampai publik. Sekali seseorang tidak dapat membangun kehidupan yang Islami, komunitas Islam, institusi Islam, atau pemerintahan Islam ketika melalaikan atau memperlemah tiang ini. Ini merupakan penilaian status luar biasa bahwa tidak seperti kebijakan lainnya perintah untuk Sholat diberikan oleh Allah Yang Maha Tinggi kepada Nabi Muhammad (SAW) selama perjalanan yang penuh keajaiban ke Surga atau Mi’raj. Sangat tepat sekali, untuk Sholat yang merupakan meraj bagi orang-orang yang beriman.

Pertama memulai sholat dengan berdiri menghadap Ka’bah atau Rumah Allah, mengisolasikan dirinya dari hubungan keduniawian, dan kemudian menyapa Allah langsung: “ Ya Allah, Engkau Yang Maha Suci dan (aku mulai) dengan memuja Engkau. Nama-Mu di Berkati dan Kebesaran-Mu adalah Yang Maha Tinggi. Dan tidak ada yang lain yang lebih berharga disembah kecuali Engkau.” Selama sholat orang yang beriman tersebut mengulangi berdiri, ruku, dan sujud kepada Allah.  Setiap tindakan ini membawanya lebih dekat dan lebih dekat lagi kepada Master dan Penciptanya yang mengisi dirinya dengan perasaan-perasaan cinta, ketaatan, dan kepatuhan. Posisi duduk bahkan juga termasuk rekreasii percakapan yang membawa ke tempat antara Nabi (SAW) dan Allah selama perjalanan ke Surga.

Nabi (SAW): “Seluruh sapaan, berkat, dan tindakan baik adalah untuk Allah.”
Allah: “Kedamaian besertamu wahai Nabi, dan yang dirahmati, dan yang diberkati Allah.”
“Kedamaian beserta kita dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada dewa (Tuhan) kecuali Allah.”
“Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

Kedekatan ini adalah pemberian yang lebih bernilai untuk orang yang beriman. Ini merupakan sumber dari seluruh kekuatan dalam menjalani hidup. Ini merupakan sungai yang memandikan dan membersihkannya dari seluruh dosa dan kontaminasi. Dalam kesulitan hidup, ini merupakan sumber hiburan dan kekuatan. Ini merupakan kebijakan dari kehidupan muslim, jadwal harian orang yang beriman yang dibangun dari sholat lima waktu. Ini merupakan sumber kesenangan dan kebahagiaan, makanan dan pen-sucian spiritual. Ini merupakan kunci untuk mencapai seluruh kesuksesan. Merupakan kunci menuju Surga.

Di pihak lain, kelalaian akan sholat adalah kunci ke Neraka. Dalam Al Qur’sn dikatakan, Celakalah wahai orang-orang yang lalai dalam sholat mereka.” Hadist mengatakan: “Sholat berdiri antara manusia dan kekafiran.” Hadits lainnya mengatakan: “Sholat adalah tiang agama.  Siapa pun yang merusaknya maka telah merusak agamanya.” Hadits lainnya menginformasikan kita bahwa sholat adalah hal pertama yang mana akan dipertanyakan setelah kematian. Seseorang yang menggagalkan hal ini memiliki sedikit kesempatan untuk mendapatkan sisanya. Kemudian hadits lainnya memperingatkan kita bahwa seseorang yang melalaikan sholatnya telah berjalan pergi meninggalkan lindungan Allah. Kita dapat mengerti kekejaman akan kehilangan hanya satu sholat dalam hadits tersebut yang mengatakan bahwa seperti seseorang yang kehilangan seluruh keluarganya dan kemakmurannya!

Di dalam kehadiran akan seluruh persuasi dan pelajaran tentang sholat di dalam Qur’an dan hadits, seseorang kagum bagaimana seorang bijak yang beriman di dilalaikan dalam hal ini. Kepada orang yang meng-klaim sebagai seorang yang beriman padahal ia tidak melaksanakan sholat sebagaimana mestinya lima waktu sehari, kita harus bertanya: Apa penilaianmu? Lebih dari seorang yang berpikir akan hal tersebut maka akan lebih baginya untuk menyadari bahwa tidak ada yang lain. Sama sekali tidak ada.

Seseorang tidak dapat membela bahwa dia tidak mengetahui tentang kewajibannya atau luar biasa pentingya. Bahkan jika muslim bahkan tidak pernah membuka Qur’an atau hadits seumur hidupnya, dia tidak dapat mengetahui akan panggilan untuk sholat yang datang dari setiap masjid di seluruh dunia dalam lima kali sehari. Dimana selalu mengingatkannya berulangkali: “Marilah Sholat, Mari Mencapai Kemenangan.”

Distribusi masjid di dunia saat ini adalah seperti suatu panggilan untuk sholat dapat didengar diseputar waktu yang tidak ada hentinya dimana selalu bergerak di belahan dunia. Di satu tempat dapat memulai dengan adzan subuh di Indonesia dan diikuti jeda waktu kemudian di Malaysia, Bangladesh, India, Pakistan, Afghanistan, Iran, Iraq, Saudi Arabia dan Mesir dan lain-lainnya. Pada saat tersebut Adzan Dzuhur sudah dimulai di Indonesia. 24 (dua puluh empat) jam kemudian saat Muazzin di Indonesia memperdengarkan kembali untuk Adzan Subuh, Muazzin di Afrika memperdengarkan adzan untuk Isya. Bagaimana seseorang dapat membela diri dengan mengabaikan hal ini sebagai panggilan massal dan berkelanjutan yang universal?

Seseorang tidak dapat membela kewajibannya yang terlalu sulit atas penggunaan waktu. Ketika kewajiban selebihnya apakah seseorang dalam keadaah sehat atau sakit, dan apakah hari ini hujan atau terang-benderang, Shariah membawa menjabarkan panjang lebar untuk mengakomodasi keadaan ini. Jika kamu tidak dapat berdiri, kamu dapa melakukannya dengan duduk. Tidak dapat duduk? Kamu dapa melakukannya dengan tidur. Tidak dapat bergerak? Gunakan apapun sikap yang mungkin. Dalam perjalanan? Hanya melakukannya dua kali dibanding yang empat kali. Tidak dapat menemukan arah Kiblat? Gunakan penilaian terbaikmu. Tidak dapat menggunakan air untuk men-sucikan dirimu untuk persiapan sholat? Bertayamumlah.

Sebagaimana orang selalu berdalih untuk mencoba melihat hal yang rasional. Apa yang baik tentang sholat jika pikiran orang tersebut berada di tempat lain? Sebenarnya tugas kita adalah untuk mencoba berkonsentrasi bukan untuk mencapai konsentrasi. Kita melakukan pekerjaan kita jika kita mudah membuat upaya Apa yang baik akan sholat jika seseorang masih berbuat dosa, seperti perumpamaan orang yang mencuri dan sholat? Jawaban mudah adalah hidup kita adalah kombinasi dari baik dan buruk. Tujuan kita adalah untuk meningkatkan kebaikan dan mengurangi atau menghapus keburukan. Dan hal ini tidak akan terjadi dengan menempatkan kebaikan dalam masa tunggu sampai kita dapat keluar dari melakukan kejahatan. Hal ini mungkin juga berguna untuk mengingat bahwa pencurian terbesar adalah sholat itu sendiri

0 komentar:

Posting Komentar