Bacaan Al-Quran itu wajib dibaca dengan benar sesuai dengan apa yang
diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dan salah satu keistimewaan Al-Quran
adalah bahwa bacaannya itu sampai kepada kita melalui
periwayatan-periwayatan yang shahih dan dengan sanad yang tersambung
hingga ke Rasulullah SAW. Meski ada beragam jenis bacaan, namun semua
itu memang memiliki sanad yang tersambung kuat kepada bacaan Rasulullah
SAW.
Sedangkan ilmu tajwid sebagai sebuah teori merupakan ilmu yang datang
berikutnya. Ilmu ini disusun oleh para ulama Al-Quran dan para qurra`
(ahli membaca Al-Quran), berdasarkan penelitian dan pengamatan mendalam
atas semua bacaan tadi. Sehingga memudahkan orang dalam membaca
Al-Quran dan mengingat cara bacaanya sesuai dengan riwayat yang
disampaikan kepada kita.
Dan tentu saja kesalahan dalam membaca Al-quran itu akan sangat
mempengaruhi makna dan pengertiannya. Baik kesalahan dalam melafalkan
huruf (sifatul huruf), maupun dari hukum-hukum bacaannya.
Membaca cepat sendiri sesungguhnya bisa dilakukan tanpa harus
melanggar aturan tajwid, asalkan yang membacanya sudah ahli dan
terbiasa. Ibarat pengemudi yang sudah mahir, meski menjalankan kendaraan
dengan cepat, namun tetap benar dan tidak tabrakan. Dan untuk jenis
jalan tertentu, kecepatan kendaraan memang lebih cepat dari jalan
umumnya. Misalnyadi jalan tol yang sengaja dibuat untuk kendaraan yang
melintas dengan cepat, tetapi tetap aman. Justru bila terlalu pelan di
jalan tol, malah bisa membahayakan.
Bacaan surat Yasin yang sering anda dengar itu, boleh jadi memang
dibaca cepat. Tetapi selama masih aman dan memenuhi aturan tajwid, tentu
tidak mengapa. Akan tetapi bila kecepatan bacaan itu sampai merusak
tajwid secara nyata, sebaiknya dihindari. Sebab selain akan merusak
arti, tentu juga berdosa.
Tetapi untuk menyampaikan hal seperti ini anda perlu bijaksana dan
sedikit berhitung. Sampaikan pendapat anda kepada teman yang sekiranya
memang akan mendukung pendapat anda. Apalagi kalau pihak pimpinannya
juga sepaham dengan anda, maka insya Allah harapan anda untuk mengubah
kebiasaan membaca yang salah akan semakin terkabul.
Sedikit demi sedikit, cara membaca Al-Quran boleh diubah menjadi
lebih lambat, tetapi lebih benar bacaannya. Sebab meski jumlah yang
dibaca sedikit, namun akan memberikan pahala yang lebih banyak, bila
membacanya benar. Sebaliknya, meski yang dibaca banyak, tapi kalau salah
semua, tentu kurang mendatangkan pahala. Malah boleh jadi terancam
mendapat dosa.
Wallahu a'lam bishshawab
0 komentar:
Posting Komentar