Memang ada sedikit hal yang perlu diluruskan dari istilah jilbab.
Sebab ternyata di dunia Islam, penggunaan istilah jilbab ini dipahami
dengan berbagai bentuk yang berbeda.
Ada yang mengatakan bahwa jilbab itu adalah pakaian yang dikenakan
wanita dan menutup seluruh tubuhnya, termasuk wajah. Sebagian lainnya
mengatakan bahwa jilbab adalah pakaian yang besar, longgar, menyatu
antara atasan dan bawahannya, serta menutup semua tubuh wanita.
Yang lainnya lagi mengatakan bahwa jilbab adalah cadar, yaitu kain yang menutup wajah para wanita.
Maka dengan perbedaan-perbedaan penggunaan istilah di atas, wajar
pula kalau ada banyak perbedaan pandangan dari segi hukum untuk
mengenakannya.
Hukum memakai cadar atau baju besar terusan dari atas ke bawah memang
masih menjadi perbedaan pendapat. Demikian juga, pakaia wanita yang
menutup seluruh tubuh tanpa kecuali, masih menjadi perbedaan pendapat.
Jilbab = Pakaian penutup aurat
Yang disepakati oleh para ulama adalah bahwa setiap orang, baik pria
atau wanita, diwajibkan untuk menutup aurat. Dan bukan hanya selama
mengerjakan shalat saja, melainkan ketika berhadapan dengan lawan jenis
yang bukan mahram.
Sementarabatasan aurat wanita itu adalah seluruh tubuhnya, kecuali
wajah dan kedua tapak tangannya. Batasan ini sudah sampai tingkat ijma'
dari kebanyakan para ulama. Sehingga bukan pada tempatnya lagi untuk
diperdebatkan. Sama dengan ijma' para ulama tentang wajibnya shalat lima
waktu, wajibnya puasa bulan Ramadhan.
Kalau masih ada orang yang mempertanyakan kewajiban shalat lima waktu
atau puasa di bulan Ramadhan, maka jelas-jelas dia kufur kepada
perintah Allah SWT. Maka kalau ada orang Islam yang mengatakan bahwa
aurat tidak wajib ditutup di depan lawan jenis yang bukan mahram, maka
dia telah kufur dari ketetapan Allah SWT. Sebab kepastian akan kewajiban
menutup aurat telah sampai ke level ijma' ulama.
Menutup Aurat = Etika dan Kewajiban Paling Dasar
Sebagai seorang muslim, seharusnya kita sudah tidak lagi bermain-main
di wilayah yang sudah bersifat baku, seperti masalah kewajiban menutup
aurat. Sebab menutup aurat itu merupakan insting paling dasar manusia.
Menutup aurat adalah salah satu karakteristik dasar yang membedakan
antara manusia dan hewan.
Oleh karena itu ketika nabi Adam alaihissalam melanggar larangan
Allah, nampaklah aurat mereka. Maka secara insting beliau segera menutup
auratnya dengan daun-daun surga.
Maka syaitan membujuk keduanya dengan tipu daya. Tatkala keduanya
telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya,
dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. (QS. Al-A'raf: 22)
Dan ketika nabi Adam diturunkan ke bumi, Allah SWT pun
menginformasikan bahwa telah diturunkan pakaian untuk menutup aurat.
Bahkan pakaian itu juga berfungsi sebagai perhiasan.
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup 'auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan (QS. Al-A'raf: 26)
Hanya manusia saja yang punya insting untuk menutup aurat dan
mengenakan pakaian. Hewan dan tumbuhan sama sekali tidak punya naluri
itu. Apakah sekarang kita inginmenghilangkan naluri manusia untuk
berpakaian dan menutup aurat?
Apakah kita ingin mengatakan bahwa wanita tidak perlu menutup
auratnya? Apakah kita ingin mengatakan bahwa agama Islam tidak
mewajibkan wanita menutup aurat? Lalu kita ingin mengingkari Al-Quran
dan sunnah Rasulullah SAW? Apakah kita tega membodohi umat dengan
mengatakan bahwa tidak ada dalil yang mewajibkan menutup aurat?
Padahal Rasulullah SAW telah bersabda:
Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah
melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip
ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian
namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak
punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya.
Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan
sekian. (HR Muslim)
Maka sebaiknya kita berhenti dari dosa sistem yang ingin mengubah
paradigma berpikir umat Islam dengan mengatakan bahwa menutup aurat
tidak wajib. Berhentilah dari kesalahan berpikir yang fatal dan
memalukan ini, selagi ajal belum datang menjemput. Sudah bukan zamannya
lagi kita membodohi umat dengan argumentasi lemah buah karya setan
sekulerime dan liberalisme.
Karena sekulerisme dan liberalisme sudah mati terkubur oleh zaman.
Mungkin 20 tahun yang lalu boleh mereka berbangga, tapi Allah SWT telah
berkehendak lain. Hari ini gelombang orang menutup aurat nyaris tidak
terbendung lagi. Hari ini adalah hari penyesalan bagi kalangan sekuleris
dan liberalis karena kampanye anti jilbab yang mereka usung berpuluh
tahun telah mengalami kegagalan total.
Kalau hari ini masih ada orang yang mengatakan menutup aurat tidak
wajib, maka sebenarnya ajaran ini telah out of date, ketinggalan zaman,
kuno, konvensional, sudah tidak musim lagi.
Wallahu a'lam bishshawab
0 komentar:
Posting Komentar