Membaca Al-Quran Al-Kariem merupakan kewajiban tiap muslim, paling
tidak di dalam shalat. Yaitu surat Al-Fatihah yang wajib dibaca saat
melaksanakan ibadah shalat 5 waktu.
Adapun perintah untuk membaca Al-Quran, tentu saja begitu banyak kita
dapati di dalam dalil-dalil. Di antaranya adalah firman Allah SWT:
Hai orang yang berselimut (Muhammad),bangunlah (untuk sembahyang)
di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),(yaitu) seperduanya atau
kurangilah dari seperdua itu sedikit,atau lebih dari seperdua itu. Dan
bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. (QS Al-Muzzammil: 1-4)
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab dan
dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari keji dan
mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar. Dan Allah
mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Ankabut: 45)
.karena itu bacalah apa yang mudah dari Al-Qur'an... (QS Al-Muzzammil: 20)
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan
membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah
bacaannya itu. (Al-Qiyamah:17-18)
Selain itu di dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, kita menemukan
begitu banyak dalil yang memerintahkan kita untuk membaca Al-Quran,
bahkan diberi semangat dengan pahala yang berlipat, meski kita tidak
memahami apa yang kita baca itu. Di antaranya yang paling populer
adalah:
Dari Ibnu Mas'ud ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa
membaca satu huruf dari Quran, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan
kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif
lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim
satu huruf." (HR Tirimizy dan Baihaqi)
Al-Quran yang Berbahasa Arab
Seluruh ulama dan umat Islam sepakat bahwa yang disebut dengan
Al-Quran adalah yang berbahasa Arab, bukan terjemahnya. Terjemah dari
Al-Quran bukan Al-Quran. Sehingga bila terjemahan itu dibaca, tidak
mendatangkan pahala secara khusus.
Berbeda dengan teks aslinya dalam bahasa Arab yang mendatangkan
pahala. Tiap hurufnya mendatangkan pahala yang dilipat-gandakan dengan
10 kebaikan.
Bukti bahwa terjemahanan itu bukan Al-Quran adalah bahwa terjemahan
itu mungkin saja berbeda-beda antara satu versi dengan versi lainnya.
Setiap negeri bisa saja punya terjemahan Al-Quran yang berbeda-beda.
Padahal yang namanya kitab suci itu tidak boleh berubah-ubah dan
berbeda-beda. Jangan samakan Al-Quran sebagai kitab suci dengan komik
Tin-tin yang diterjemahkan ke sekian puluh bahasa. Sementara tiap bahasa
punya rasa yang berbeda-beda. Perbedaan rasa bahasa ini tentu saja
sangat mempengaruhi makna dan pengertian.
Bila suatu buku diterjemahkan ke dalam bahasa lain, ada sekian banyak
rasa bahasa yang hilang di dalamnya. Otomatis pesan-pesan yang
terkandung di dalamnya akan mengalami korupsi dan degradasi.
Wallahu a'lam bishshawab
0 komentar:
Posting Komentar