Salah satu penyebab mengapa ada kalangan yang tidak setuju kalau
rekaman ayat Quran dijadikan ringtone pada hp adalah karena ayat itu
akan terputus-putus tanpa bisa diselesaikan.
Sebab yang namanya ringtone pada dasarnya adalah nada panggilan yang
tujuannya untuk memberitahu pemilik hp bahwa ada seseorang di seberang
sana minta izin untuk bicara. Ada jeda waktu tertentu sebelum pemilik hp
membuka percakapan. Tetapi lamanya tidak pasti.
Oleh sebagian orang yang kreatif, nada panggil yang biasanya berupa
ringtone yang variatif diganti dengan rekaman bacaan Quran. Kreatif
memang, tetapi masalahnya ya itu tadi. Ayat-ayat itu akan
terpenggal-penggal tidak karuan, belum habis ayat itu dibacakan, harus
terpenggal begitu saja.
Wajar bila sebagian kalangan kurang sependapat dengan ide ringtone
ayat Quran ini. Dalam pandangan mereka, pemenggalan itu merupakan salah
satu bentuk kekurang-hormatan pada ayat Quran. Setidaknya, merupakan
penempatan ayat Quran bukan pada tempatnya.
Belum lagi masalahnya bila saat seseorang masuk ke dalam WC umum,
tentunya hp-nya tidak akan ditinggal di luar. Bagaimana kalau tiba-tiba
hp itu berdering melantunkan rekaman ayat suci, bukankah justru
merupakan penghinaan?
Rasanya alasan mereka yang kurang setuju dengan rongtone ayat Quran
cukup beralasan. Dan setidaknya kita tidak harus menggunakan ringtone
ayat Quran dalam hp kita. Toh juga tidak ada perintahnya dalam agama.
Dan kalau pun para penggemar ringtone Quran masih ingin bersikeras
memakainya, harus dijamin bahwa hp itu tidak pernah masuk ke WC atau
tempat-tempat yang tidak suci. Juga perlu dipastikan agar potongan
ayatnya tidak terlalu panjang, agar tidak terpenggal-penggal yang
merusak arti dan tata cara membaca Al-Quran.
Wallahu a'lam bishshawab,
0 komentar:
Posting Komentar