BANYAK alasan untuk memutuskan sang pacar. Tapi di
antara berjuta alasan yang ada, takut dosa adalah alasan paling keren
dan bertanggung jawab dibandingkan yang lain. Kamu jadi males pacaran
karena sudah nyadar bahwa pacaran hanya sebuah upaya untuk dekat-dekat
dengan zina. Dan kamu juga telah tahu bahwa zina adalah sebuah jalan
yang buruk untuk ditempuh.
Bagi cowok, kamu sudah paham bahwa pacaran itu hanya sebuah cara
untuk melecehkan cewek. Kamu ingin menempuh cara baru dalam menghormati
cewek yaitu dengan jalan menikah saja. Nah, karena masih usia sekolah
pake seragam putih abu-abu (SMA) atau bahkan putih biru (SMP) maka niat
itu ditunda dulu sementara waktu. Caranya adalah memutuskan sang pacar
dengan baik-baik dan mengajaknya untuk sama-sama belajar dan mengamalkan
Islam dengan baik dan benar.
Masalahnya, memutuskan pacar tak mudah seperti membalik telapak
tangan. Kamu sudah terlanjur sayang padanya. Kamu tak ingin menyakiti
hatinya. Tapi di satu pihak, kamu tak mungkin melanjutkan hubungan tanpa
status tersebut. Apalagi cowok biasanya paling gak tahan kalo melihat
cewek nangis, terlebih ini cewek yang sangat disayanginya. Trus, gimana
donk?
…memutuskan pacar tak mudah seperti membalik telapak tangan. Kamu sudah terlanjur sayang padanya. Kamu tak ingin menyakiti hatinya…
Ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh. Pertama, kamu berusaha
menemuinya langsung tapi dengan syarat tak boleh khalwat alias
berdua-duaan tanpa non mahrom. Suruh si dia bawa teman ceweknya. Dengan
bertemu langsung, kamu bisa menjelaskan alasanmu ingin putus. Semuanya
karena Allah semata, bukan karena ada pihak ketiga atau cewek lain di
hatimu. Kalo kamu merasa berat bertemu dengannya karena khawatir dia
histeris atau nangis, ada cara kedua yaitu menulis surat. Karena
teknologi sudah canggih, boleh tuh pake email atau surat elektronik.
Tapi jangan pake sms ya karena namanya aja Short Messaging System alias
pesan pendek, kamu jadi gak leluasa menjelaskan alasanmu ke dia.
Bagaimana kalau setelah mengetahui keputusanmu, si mantan tak terima?
Mungkin saja dia bakal nangis mendatangi kamu karena tak ingin
diputusin. Bisa juga dia marah-marah dan memakimu di depan umum. Atau
bahkan kemungkinan terburuk dia bisa jadi jatuh sakit karena tidak ingin
kamu putusin.
Kalem Bro, semua itu merupakan ujian bagi keimananmu saat ini. Dengan
semua reaksi sang mantan di atas, Allah ingin melihat sejauh mana
keteguhan imanmu untuk taat pada-Nya. Keteguhan disini bukan berarti
bertindak kasar loh. Kamu tetap harus baik dan lembut sama cewek. Baik
dan lembut itu tak menghalangi kamu untuk bersikap tegas pada
pendirianmu bahwa pacaran kalian tak bisa dilanjutkan lagi. Nasehati dia
dan pahamkan bahwa Islam tak mengenal pacaran sebelum nikah. Bila
memang berjodoh, satu ketika nanti kalian berdua pasti akan dipertemukan
lagi oleh Allah pada kondisi yang diridhoi-Nya yaitu dalam ikatan
pernikahan.
Jangan lupa, bawa serta dalam doamu bahwa Allah akan melunakkan
hatinya agar bisa menerima keputusanmu itu. Bukan itu saja, doakan juga
ia segera sadar dan tidak akan mengulangi aktifitas pacaran lagi. Kamu
bisa mencoba menghubungi aktifis rohis (kerohanian Islam) yang akhwat
(cewek maksudnya) agar mendekati sang mantan supaya ia juga mau mengaji
Islam dan paham hukum-hukum Allah yang lain.
…bawa serta dalam doamu bahwa Allah akan melunakkan hatinya agar bisa menerima keputusanmu itu. Bukan itu saja, doakan juga ia segera sadar dan tidak akan mengulangi aktifitas pacaran lagi…
Nah, sekarang kamu gak takut lagi kan sang pacar akan sakit hati
ketika kamu putusin? Kalo berbagai cara di atas sudah kamu tempuh dan si
mantan tetap keukeuh sakit hati dan tak menerima keputusanmu, maka
serahkan semua pada Allah. Cewek seperti itu benar-benar tak pantas
untukmu. Diajak untuk takut dosa malah nantang. Diajak tobat malah kumat
jahatnya. Inilah momen untuk kamu ketahui bahwa ternyata cewek yang
pernah kamu pacari adalah orang yang keras hatinya dan susah diajak
kepada kebenaran. Maka, biarkan saja.
Yakinlah bahwa Allah akan memberimu ganti dengan seseorang yang jauh
lebih baik darinya, kelak bila kamu sudah siap untuk berumah tangga.
Untuk saat ini, fokus dulu pada belajar dan berprestasi
setinggi-tingginya ya. Jangan khawatir soal jodoh karena sejak mula
ruhmu ditiupkan dalam rahim ibu, pasangan jiwa itu sudah ada untukmu.
Tinggal kamunya saja mau menjemputnya dalam kondisi haram atau halal.
It’s up to you, Bro. Muslim cerdas pastilah memilih yang halal yaitu
tanpa pacaran sebelum nikah. Keren kan? Siip dah! ^_^
[ria fariana/voa-islam.com]
0 komentar:
Posting Komentar