About

Assalamu’alaikum Wr. Wb Dengan nama Allah, Tuhan Pengasih dan Penyayang. Segala puji bagi Tuhan Rahmat dan salam untuk Nabi Muhammad Saw. Rasul pilihan. Syukur alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat-Nya, karena hanya dengan rahmat-Nya jualah saya dapat membangun sebuah blog ini, dengan suatu harapan agar kita semua selalu dapat menjalin silaturrahmi dan hubungan baik serta berbagi informasi.Dengan adanya blog ini, kita dapat saling bertegur sapa lewat dunia maya. Blog ini sebagai wahana untuk knowledge sharing dan melengkapi kebutuhan kita semua untuk mencari informasi di dunia maya (internet). Besar harapan adanya flashback, masukan serta kritik membangun dalam rangka pengembangan dan pengayaan content dalam blog kami. Semoga memberi banyak manfaat. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

18 Okt 2012

Abdullah bin Muhammad

Setelah kematian Qasim, tak berapa lama kemudian Khadijah hamil kembali. Betapa gembiranya Muhammad dan Khadijah, karena masih diberi kesempatan untuk memiliki anak. Dan setelah sembilan bulan, lahirlah anak kedua Muhammad, yang kemudian diberi nama Abdullah.

Abdullah lalu mendapat gelar At Thayyib.
Namun sayang, lagi lagi Allah berkehendak untuk memanggil pulang Abdullah sebelum Abdullah sempat mengecap lebih lama kehidupan di dunia. Abdullah meninggal dalam usia satu atau dua tahun.
Tak terbayangkan betapa sedihnya Khadijah dan Muhammad karena kematian dua anak laki laki mereka dalam usia yang masih sangat kecil. Namun Muhammad dan Khadijah tetap berdoa dan memohon agar masih bisa dikaruniai anak anak sebagai ‘penyejuk jiwa’.
Kematian dua anak laki laki inilah yang bertahun tahun kemudian, ketika Muhammad telah diangkat menjadi Rasul, menjadi ejekan yang menyakitkan yang dilontarkan orang orang Quraisy.

Pada suatu saat, ketika Muhammad telah diangkat menjadi Rasul, salah satu tokoh Quraisy, Al-Ash bin Wa’il Assahmi mendatangi Abi Thalib. Ia memohon kepada paman Rasulullah itu agar melarang keponakannya berdakswah.
Di hadapan kaum Quraisy, AL ‘Ash berkata: “Hai kaumku! Biarkan saja dia, dia seorang yang buntung, dia tidak punya anak laki laki. Apabila kelak dia mati habislah riwayatnya dan kalian semua akan menjadi lega. Karena terputuslah keturunannya!”
Maka Allah menurunkan firman-Nya: ‘Sesungguhnya orang-orang yang membencimu itulah yang akan terputus keturunannya’. (QS A1-Kautsar: 3)
Karena sampai hari kiamat pun, seluruh anak kaum muslimin tetap menjadi anak Muhammad dan generasi seterusnya.

Allah bahkan menyatakan bahwa nama Muhammad akan selalu di sebut di setiap mimbar, diucapkan oleh orang orang yang bershalawat. Bahkan terucap minimal 5 kali sehari dari tiap mulut kaum beriman. Dan setiap menyebut nama Allah, maka akan selalu diikuti dengan menyebut nama Nabi Muhammad.
Jadi, Muhammad bukanlah orang yang buntung. Sebaliknya, musuh Muhammad itulah yang akan dilupakan di dunia dan di akhirat, jikapun namanya di sebut maka akan disertai dengan kutukan.

0 komentar:

Posting Komentar